Pentingnya Pelayanan Di Penjara | Oleh Pdt. Thedd Windewani.

Renungan November 14, 2024

Tahun 2008 saat masih melayani di kota Jayapura, saya sempat mengadakan kegiatan pendalaman Alkitab dalam pelayanan di penjara tahanan POLRESTA kota Jayapura, di balik trali besi ini setiap sore saya berjumpa dengan banyak tahanan disana tapi yang juga merindukan pemulihan melalui doa dan belajar Alkitab, akhirnya Roh Tuhan menuntun seorang bapak menyerahkan seluruh hidupnya untuk mengikuti Tuhan meskipun masih berada di balik trali besi penjara, dan akhirnya atas pertolongan Tuhan pula bapak ini bebas dari penjara.

Pelayanan di Penjara

Termotifasi  dengan strategi gereja dalam penginjilan melalui kelompok kecil dengan semboyan “TELL THE WORLD” saya bentuk kelompok kecil untuk pelayanan setiap hari sabtu siang di penjara, dan kelompok kecil inilah akhirnya menjadi cikal bakal jemaat Pusat Kota yang setiap hari sabat siang melayani di penjara POLRESTA Jayapura dan penjara POLDA PAPUA. Pengalaman melayani di penjara setiap hari sabat siang akhirnya saya dapat resapi bahwa pelayanan penjara memiliki makna spiritual, moral, dan sosial yang mendalam. Dalam konteks pelayanan Kristen, khususnya bagi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, pekerjaan pelayanan dipandang tidak hanya sebagai tindakan pelayanan kepada mereka yang dipenjara, tetapi juga sebagai perwujudan panggilan Tuhan untuk membawa penyembuhan, penebusan, dan pemulihan bagi yang hancur. Di bawah ini adalah beberapa aspek kunci dari Pelayanan Penjara yang terjalin dengan Roh Nubuatan (tulisan-tulisan Ellen G. White) dan teks-teks Alkitab.

1. Membawa Injil kepada Para Tahanan

Alkitab dan Roh Nubuat menekankan misi membawa pesan penebusan Allah kepada mereka yang terikat secara rohani dan fisik. Para tahanan sering menghadapi isolasi, keputusasaan, dan tekanan dan intitmidasi, tetapi Injil menawarkan kebebasan dan harapan.

Yesus dalam pelayanannya di dunia ini sangat minim informasi catatan synopsis injil tentang pelayanan-Nya di dalam penjara, tetapi banyak catatan injil tentang pesan Yesus tentang pentingnya melayani di penjara.  Lukas 4:18Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku (19) untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Inilah misi Yesus, dan juga misi para pengikut-Nya, termasuk mereka yang terlibat dalam pelayanan penjara. Teks ini menyoroti kebebasan yang ditawarkan Kristus kepada orang-orang yang dipenjarakan secara rohani, serta penyembuhan hati yang hancur.

Bahkan begitu pentingnya pelayanan di penjara dalam hubungan dengan akhir zaman Yesus Kristus mengatakan dalam   Matius 25:36“Ketika Aku dalam penjara kamu mengunjungi Aku”

Yesus mengidentifikasi diri dengan orang yang dipenjara, dan mengunjungi mereka yang berada di penjara dianggap sebagai pelayanan langsung kepada Kristus sendiri. Ini menggarisbawahi panggilan kepada orang Kristen untuk terlibat dengan mereka yang berada di penjara dan menawarkan belas kasihan, perhatian, dan pesan keselamatan.

Pelayanan di Penjara

Testimonies for the Church, Vol. 1, hlm. 510: “Ada pekerjaan yang harus dilakukan di tembok penjara yang belum sepenuhnya dihargai. … Kasih dan anugerah Kristus dapat melunakkan hati bahkan para penjahat yang paling keras, dan melalui kasih-Nya, para tahanan dapat diubah.”

Ellen G. White menekankan bahwa pekerjaan yang dilakukan di penjara memiliki makna abadi, dan menyebutkan sebagai “ladang misi.” dia percaya bahwa bahkan penjahat yang paling keras pun tidak berada di luar jangkauan kasih karunia Tuhan untuk keselamatan dan bahwa pelayanan kepada tahanan tidak boleh kita diremehkan atau diabaikan.

2. Pemulihan dan Penyembuhan

Pelayanan penjara, seperti yang dijelaskan dalam Alkitab dan Roh Nubuat, melampaui sekadar reformasi moral—ia berusaha untuk membawa pemulihan holistik melalui transformasi rohani.

Yesaya 61:1-2“Roh Tuhan Yang Maha Berdaulat ada di atasku, karena Tuhan telah mengurapi aku untuk memberitakan kabar baik kepada orang miskin. Dia telah mengutus saya untuk membungkus orang-orang yang patah hati, untuk mewartakan kebebasan bagi para tawanan dan pembebasan dari kegelapan bagi para tahanan.”


Bagian ini, yang Yesus sebutkan dalam pelayanan-Nya di bumi (Lukas 4:18), menyoroti kuasa pemulihan dari Injil. Hal ini menunjukkan bahwa misi kepada para tahanan di penjara adalah untuk menyembuhkan, untuk membebaskan dari kegelapan, dan untuk memulihkan harapan dalam hari mereka. Karena setiap orang yang berada didalam Kristus tidak akan ada pehukuman bagi mereka karena dosa.

Roma 8:1-2“Karena itu sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus, yang tidak berjalan menurut daging, tetapi menurut Roh. Karena hukum Roh hidup telah membebaskan kamu di dalam Kristus Yesus dari hukum dosa dan kematian.”


Dalam pelayanan penjara, pesan kebebasan di dalam Kristus adalah sentral. Hukuman karena dosa dan kematian menahan para tahanan, tetapi di dalam Kristus, mereka dibebaskan.

The Ministry of Healing, hlm. 184: “Kristus datang untuk menyembuhkan orang yang patah hati, untuk membalut luka-luka mereka yang telah diredam oleh musuh. Pelayanannya adalah memulihkan jiwa menuju kedamaian dan harapan.”

Ellen White menekankan bahwa pekerjaan penyembuhan Kristus meluas ke luka-luka terdalam jiwa. Pelayanan penjara adalah tempat di mana kehidupan yang hancur dapat disembuhkan, di mana rasa sakit dan trauma masa lalu dapat ditangani dengan kasih dan belas kasihan Kristus.

3. Kekuatan Doa dan Transformasi Pribadi

Pelayanan Di Penjara

Berdasarkan pengalaman saya selama melayani di penjara POLRESTA kota Jayapura, saya dapati salah satu elemen kunci dari pelayanan penjara adalah doa. Doa tidak hanya membawa individu lebih dekat kepada Tuhan tetapi juga membantu membuka hati mereka untuk transformasi. Melalui doa dan iman pada janji-janji Tuhan, kehidupan dapat diubah secara radikal, bahkan dalam keadaan yang paling sulit sekalipun.

Yakobus 5:16“Doa orang benar itu kuat dan efektif.”
Doa memiliki kekuatan transformatif. Bagi narapidana, doa dapat menjadi jalan di mana mereka mengalami pengampunan, kasih karunia, dan kekuatan Tuhan untuk mengatasi perilaku masa lalu. Pelayanan penjara sering menggabungkan kelompok doa, pelajaran Alkitab, dan doa syafaat untuk yang dipenjara.

Filipi 4:6-7“Jangan khawatir tentang apa pun, tetapi dalam setiap situasi, dengan doa dan permohonan, dengan ucapan syukur, sampaikan permintaanmu kepada Allah. Dan damai sejahtera Allah, yang melampaui segala pengertian, akan menjaga hati dan pikiranmu di dalam Kristus Yesus.”
Ayat  ini menyoroti kedamaian dan penyembuhan batin yang dapat terjadi melalui doa. Para tahanan, seringkali dalam situasi kecemasan, rasa bersalah, dan keputusasaan, didorong untuk membawa beban mereka kepada Tuhan dalam doa, percaya pada damai sejahtera dan persediaan-Nya.

Steps to Christ, hlm. 68: “Doa adalah pembukaan hati kepada Allah seperti kepada seorang teman. Bukan berarti itu perlu untuk memberitahukan kepada Allah siapa kita, tetapi untuk memungkinkan kita menerima-Nya. Doa adalah cara kita membuka hati kita terhadap kasih karunia dan belas kasihan Allah.”

Melalui doa, individu di penjara dapat membuka hati mereka terhadap kasih karunia Tuhan yang berubah. Ellen White menggarisbawahi gagasan bahwa doa adalah komunikasi pribadi dengan Tuhan yang membawa penghiburan, penyembuhan, dan pembaruan spiritual.

4. Harapan dan Dorongan

Pelayanan penjara dalam terang Alkitab dan Roh Nubuat membawa pesan harapan bagi mereka yang mungkin merasa dilupakan oleh masyarakat atau ditinggalkan dalam kesusahan mereka.

Yeremia 29:11-13 11) Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

12) Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu;

13) apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati,”


Rencana Tuhan untuk setiap orang, termasuk yang ada didalam tahanan, adalah untuk memberikan kepada  mereka masa depan yang penuh dengan harapan. Pelayanan dipenjara membagikan janji ini, menawarkan kepada para tahanan visi masa depan yang Tuhan inginkan untuk mereka, tidak peduli masa lalu mereka.

Roma 15:13“Semoga Allah pengharapan memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera saat kamu percaya kepada-Nya, sehingga kamu dapat meluap dengan pengharapan oleh kuasa Roh Kudus.”

Harapan adalah inti dari Injil. Roh Kudus memberdayakan orang percaya untuk hidup dalam harapan, apa pun keadaan mereka. Pelayanan penjara memupuk harapan ini, mendorong para tahanan untuk percaya pada janji-janji Tuhan bagi hidup mereka.

“Tidak peduli seberapa dalam kemerosotan itu, kasih karunia Allah dapat mengangkat manusia dan membuatnya murni dan kudus.”(6T 365)

Ellen White mengingatkan kita bahwa tidak ada orang di luar kuasa penebusan Tuhan. Pelayanan Injil di penjara menawarkan harapan kepada para tahanan bahwa mereka dapat diangkat dari dosa dan degradasi moral ke dalam kehidupan yang murni dan kudus melalui kasih karunia Kristus.

Kesimpulan

Pelayanan Penjara, yang dibimbing oleh Roh Nubuat dan berakar pada ajaran Alkitab, sangat penting dalam menawarkan harapan, penyembuhan, transformasi spiritual, dan pemulihan kepada para tahanan. Ini selaras dengan misi Tuhan untuk menjangkau yang terhilang dan hancur, memberi mereka kesempatan untuk mengalami kasih karunia, pengampunan, dan kuasa-Nya untuk berubah.

Pelayanan di penjara memberikan harapan hidup (the Living Hope) bagi setiap orang di panjara yang mendengarnya, itulah sebabnya  Roh Nubuat memperkuat  pekerjaan ini dengan mengingatkan kita akan kuasa transformatif kasih Allah dan panggilan untuk melayani mereka yang berada di penjara, baik secara fisik maupun rohani. Melalui doa, pelajaran Alkitab, dan pekerjaan Roh Kudus, pelayanan penjara dapat mengarah pada transformasi pribadi yang mendalam, memberikan harapan untuk masa depan di dalam Kristus.

Kita di panggil untuk misi, jika kita kehilangan misi maka kita akan kehilangan panggilan, dan jika kita kehilangan panggilan maka kita kehilangan harapan hidup kekal.

Oleh : Pdt. Thedd Windewani

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *