Yusuf memberi baju kepada saudaranya.
Yusuf memberi baju kepada saudaranya.

Satu Pakaian Ganti - Pekabaran dari Kejadian 45 | Oleh Pdt. Thedd Windewani

Renungan May 31, 2025

Kejadian 45 merupakan puncak drama kisah Yusuf dengan saudara-saudaranya yang bertemu dengan dia di Mesir, karena dalam pertemuan inilah Yusuf membuka kedok dirinya kepada saudara-saudaranya. Dalam bacaan follow the Bible 31 May 2025, ada hal menarik bagi pribadi saya ketika membaca kisah ini berulang kali. Secara khusus dalam Kejadian 45:22, kepada masing-masing diberikannya satu pakaian ganti, sedangkan kepada Benyamin diberikannya tiga ratus keping perak dan lima pakaian ganti.

Mengapa Yusuf hanya memberikan satu pakaian ganti kepada saudara-saudaranya sedangkan kepada Benyamin diberikan lima pakaian ganti?

1. Pakaian sebagai Simbol Restorasi dan Kehormatan

Pemberian pakaian Yusuf kepada saudara-saudaranya, terutama setelah bertahun-tahun keterasingan, melambangkan rekonsiliasi, hubungan yang dipulihkan, dan pengampunan. Di dunia alkitabiah, pakaian sering menandakan identitas, status, atau bantuan. Cara  ini menggemakan tema kasih karunia yang mengatasi rasa bersalah, saat Yusuf memberikan pakaian ganti kepada saudara-saudara sekaligus mengingatkan saduara-saudaranya  yang telah menanggalkan jubahnya bertahun-tahun sebelumnya (Kejadian 37:23).

Aplikasi Teologis :

Tuhan memulihkan apa yang rusak dan menutupi rasa malu dengan kasih karunia. Tindakan Yusuf menunjuk pada cara Tuhan mengubah kegagalan manusia menjadi tujuan penebusan (Roma 8:28)

2. Pakaian Sebagai Tanda Penyediaan dan Kemurahan

Pakaian sangat berharga di Timur Dekat kuno. Yusuf tidak hanya memberikan pengampunan kepada saudara-saudaranya tetapi juga persediaan materi. Kelimpahan yang diberikan kepada Benyamin menunjukkan kasih karunia yang mewah, bukan hanya keadilan.

Aplikasi Teologis:

Tuhan adalah penyedia yang murah hati yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar kita tetapi memberi “lebih dari yang dapat kita minta atau bayangkan” (Efesus 3:20).

3. Pakaian Sebagai Identitas dan Bantuan

Dalam cerita  Yusuf, pakaian memainkan peran sentral:

  1. 1. Jubah Yusuf yang berwarna-warni (Kejadian 37:3) menandai dia sebagai orang yang disukai Yakub dari semua saudara-saudarinya.
  2. 2. Jubahnya dilucuti sebelum dijual (Kejadian 37:23).
  3. 3. Istri Potifar meraih pakaiannya saat dia gagal untuk menggoda Yusuf dan menuduhnya secara palsu (Kejadian 39:12).
  4. 4. Dari dalam penjara di Mesir Firaun memakainya dengan jubah lenan halus (Kejadian 41:42) sebagai tanda otoritas dan kehormatan.

Sekarang, Yusuf memberikan pakaian kepada saudara-saudaranya—melambangkan bahwa dia tidak lagi menahan dosa-dosa. Ini adalah tindakan bantuan dan penerimaan, dan pengampunan tanpa syarat.

Aplikasi Teologis :

Di dalam Kristus, kita diberi pakaian baru—jubah kebenaran (Yesaya 61:10). Sama seperti Yusuf memberikan pakaian baru kepada mereka yang pernah berbuat salah kepadanya, Kristus menawarkan kepada kita identitas baru, menggantikan rasa malu kita dengan kebenaran-Nya.

4. Kristologis dalam Kisah Yusuf

Yusuf sering dipandang sebagai tipe Kristus:

  1. – Dikhianati oleh saudara-saudaranya
  2. – Turun ke dalam sumur kering penderitaan
  3. – Dimuliakan untuk menyelamatkan orang lain

Memberi pakaian adalah bayangan bagaimana Kristus mengenakan orang berdosa dengan kebenaran-Nya. “Karena kamu semua yang telah dibaptis dalam Kristus telah mengenakan dirimu dengan Kristus.” (Galatia 3:27)

Ringkasan Tema Teologis Alkitabiah dari Kejadian 45:22

TemaArti
RestorasiPengampunan dan rekonsiliasi dimungkinkan melalui kasih karunia
PenyediaanKemurahan hati Tuhan berlimpah
BerkatPakaian mencerminkan identitas dan penerimaan baru
Penebusan yang berpusat pada KristusYusuf menunjuk kepada Kristus yang memakaikan kita dengan kebenaran

Oleh : Pdt. Thedd Windewani

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *